Langsung ke konten utama

10.Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Indonesia adalah negara kesatuan terbentuk dari unsur satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Indonesia merupakan negara yang beragam mulai dari suku, agama, etnis, budaya dan termasuk negara yang majemuk. Sebagai negara yang beragam, tentu Indonesia rentan dengan perpecahan. Persatuan dan kesatuan menjadi kunci bangsa Indonesia untuk menjaga keberagaman tersebut. Persatuan dan kesatuan adalah senjata paling ampuh bagi bangsa Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan keberagaman tersebut.

Arti persatuan dan kesatuan Menerut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persatuan adalah gabungan (ikatan, kumpulan, dan sebagaiannya) beberapa bagian yang sudah bersatu.

Sementara kesatuan adalah perihal satu. Keesaan yang bersifat tunggal. Berdasarkan istilah, persatuan dan kesatuan berasal dari satu kata yang berati utuh atau tidak terpecah belah. Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan kesatuan merupakan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh. Maka kesatuan erat hubungannya dengan keutuhan. Sehingga persatuan dan kesatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Persatuan dan kesatuan bangsa tumbuh dari unsur-unsur sosial budaya masyarakat Indonesia sendiri.

Makna Persatuan dan Kesatuan

Makna Persatuan dan Kesatuan Kebudayaan-kebudayaan dari luar juga masuk ke Indonesia melalui proses akulturasi (percampuran kebudayaan).

Kebudayaan dari luar yang masuk ke Indonesia itu meliputi kebudayaan Hindu, Islam, Kristen, dan unsur-unsur kebudayaan lain. Itu menjadikan kebudayaan di Indonesia semakin beragam. Namun kebudayaan dari luar tidak sembarangan masuk ke Indonesia. Ada seleksi terlebih dahulu. Dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupan bersama dilakukan dengan jalan musyawarah dan mufakat. Itulah yang mendorong terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Unsur-unsur sosial budaya seperti, jiwa gotong royong, sifat kekeluargaan. Itu merupakan sifat-sifat pokok bangsa Indonesia yang dituntun oleh asas kemanusiaan dan kebudayaan. Menjalin kebersamaan dan saling melengkapi harus dilakukan oleh bangsa Indonesia. Itu adalah cara terbaik untuk dapat mempertahankan persatuan bangsa dari adanya ancaman perpecahan antar anggota masyarakat. Sikap toleransi juga harus dijunjung tinggi oleh masyarakat. Karena Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, etnis, maupun agama.

Prinsip Prinsip Persatuan dan Kesatuan Bangsa

1. Prinsip Bhineka Tunggal Ika

Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa kita sangat kaya akan budaya karena terdiri dari beragam bahasa, agama, suku, adat kebiasaan masyarakat. Prinsip ini mewajibkan kita bersatu dalam Bangsa Indonesia, dan seperti yang kita tahu bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.

2. Prinsip Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme adalah sikap politik dari masyarakat yang mempunyai cita-cita dan tujuan yang sama, sehingga bangsa ini merasakan adanya kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa tersebut. Bukan berarti ketika kita mencintai bangsa ini, kita mendewakan bangsa sendiri. Nasionalisme Indonesia tidak memaksa kita merasa lebih unggul daripada bangsa lain, tidak memaksakan kehendak terhadap bangsa lain. Karena pandangan terhadap bangsa yang berlebihan (terlalu cinta dengan bangsa) akan menciptakan sesuatu yang cenderung tidak baik. Bertentangan dengan sila Pancasila pertama.

3. Prinsip Kebebasan yang Bertanggungjawab

Kebebasan yang bertanggung jawab berarti setiap orang diberikan kebebasan untuk bertindak dan bersikap sesuai dengan kemauannya, tentunya tanpa menyalahi Hak Asasi Manusia sehingga orang yang melakukan kebebasan tersebut harus bisa bertanggungjawab. Sehingga akhirnya tidak sampai merugikan orang lain. Dan jika sampai merugikan orang lain maka harus berani menerima semua konsekuensi yang diperbuat.

4. Prinsip Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara adalah cara pandang beserta sikap bangsa Indonesia tentang diri dan bentuk geografis berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Dalam pelaksanaan wawasan nusantara, kesatuan wilayah dan bhineka tunggal ika sangat diutamakan guna mencapai tujuan nasional.

Fungsinya yaitu sebagai pedoman, dorongan, motivasi, dan rambu-rambu dalam menentukan keputusan, kebijaksanaan, sekaligus perbuatan baik bagi penyelenggara negara di tingkat daerah dan pusat bagi kehidupan di masyarakat, bangsa, dan negara.

5. Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-Cita Reformasi

Kita sebagai warga Negara Indonesia harus mampu mengisi kemerdekaan dan melanjutkan pembangunan dengan stasiun akhir masyarakat yang adil dan makmur. Pembangunan nasional dimodali dengan rasa persatuan

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pelangaran Hak Asasi Manusia dan Upaya Penegakan HAM

 C. Kasus Pelangaran Hak Asasi Manusia 1. Pengertian dan Jenis Pelanggaran Hak Asasi Manusia. a. Pengertian Pelangaran HAM, menurut UU No. 39 Tahun 1999, pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang  atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang ini, dan tidak mendapatkan, atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.   Secara sederhana, HAM adalah sesuatu yang seharusnya dilindungi, dijaga, dan dijunjung tinggi oleh setiap manusia dengan negara sebagai penjaminnya.   Jika HAM seseorang tidak dijaga, dilindungi, dihormati, bahkan sampai dicabut atau diabaikan maka artinya sudah terjadi pelanggaran HAM. b. Jenis Pelangaran HAM, Pelangaran HAM meliputi pelangaran hak asasi manusia yang dapat bersifat kejahatan biasa ...

NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

             @pakiding_   1. Nilai Subjektif dan Nilai Objektif Pancasila.      Pancasila merupakan sumber segala sumber hukum Indonesia dan menjadi pedoman dasar dalam bernegara. Pendiri bangsa telah merumuskan satu dasar negara yang sangat luhur dan menjadikan Indonesia sebuah negara yang kuat, aman, damai ditengah heterogenitas budaya dan etnik.   Satu sila ke sila lainnya tidak bisa dipisahkan dan saling berkaitan, bekerjasama mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Pancasila memiliki nilai subjektif dan nilai objektif.    Nilai subjektif Pancasila artinya nilai-nilai tersebut adalah hasil pemikiran bangsa Indonesia sendiri sepanjang sejarahnya. Berikut rincian nilai subjektif Pancasila: 1.   Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia sebagai hasil penilaian dan hasil pemikiran bangsa. 2.   Nilai-nilai Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. 3.   Nilai-nilai Pa...

Perkembangan IPTEK di Dunia

  Perkembangan iptek sejalan dengan laju peradaban manusia di muka bumi. Sejalan dengan berkembangnya zaman, iptek yang pada awalnya adalah salah satu kebudayaan manusia, sekarang menjadi pencipta suatu alat untuk membantu aktivitas manusia. Sejarah perkembangan iptek dapat dibuat periodisasinya sebagai berikut: 1. Zaman prasejarah (4 juta tahun yang lalu) Pada zaman prasejarah atau yang dikenal dengan zaman batu, telah lahir iptek yaikni dengan berkembangnya kemampuan mengamati, membedakan, memilih, dan melakukan percobaan. Berdasarkan proses tersebut, lambat laun terciptalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan, misalnya pembuatan alat-alat untuk berburu dari batu. Dan terus alat-alat tersebut disempurnakan untuk memperoleh buruan yang maksimal.Semula hasil buruan tersebut dikumpulkan dan dimakan langsung. Namun setelah mereka mengenal api, mereka mennggunakannya untuk memesak hasil buruan tersebut. Hal ini mendorong mereka membuat periuk dan barang pecah lainnya. Kemudian da...